About Us

Sejatinya, kisah Midnight Tote dimulai sekitar tiga-empat tahun yang lalu ketika saya dan Stephanie Dass, salah satu adik tercinta, berkunjung kembali ke kegiatan masa lalu kami yang sudah lumayan lama ditinggalkan; menciptakan merchandise dan menjualnya.

Header

Di pertengahan tahun 2000-an, kami punya bisnis bersama seorang kawan. Tapi tidak bertahan lama karena satu dan lain hal. Passion menciptakan ternyata tidak bisa didiamkan, ia memanggil-manggil untuk diperhatikan.

Jadilah, di sebuah hari Sabtu, kami berdua pergi ke Pasar Tanah Abang. Idenya adalah mencari bahan mentah untuk kemudian dimainkan menjadi satu-dua barang yang sifatnya masih prototype. Hari itu masih membekas dengan jelas di ingatan saya dan mungkin bisa ditahbiskan sebagai titik awal Midnight Tote berdiri.

Hidup berjalan paralel, di bagian waktu yang lain, kami mendapatkan kesempatan untuk mengelola SRM Merchandise bersama seorang silent partner. Kami mengembangkan bisnis merchandise band, sesuatu yang jadi hasrat pribadi saya. Ada banyak hal terjadi di dalamnya, termasuk berurusan dengan berbagai macam tabiat orang, mengontak beberapa band yang kebetulan disuka, serta sejumlah hal menarik yang kalau dituliskan di sini bisa jadi terlalu panjang.

Singkat cerita, setelah sembilan bulan, saya dan Stephanie menghadapi sebuah dispute business. Kami harus berpisah dengan SRM Merchandise karena satu dan lain hal. Tapi, hidup terus berlanjut ke depan.

Tentang02

Perpisahan itu membawa kami kembali ke Midnight Tote yang sedang tertidur pulas. Kami memilih untuk membangunkannya dan mengajaknya bekerja untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang masih berdiri tegak.

Ia kami jadikan kendaraan untuk menatap masa depan. Melupakan masa lalu dan membuka lembaran yang menyegarkan.

Bisnis, buat kami berdua, bukan sekedar pekerjaan mencari profit. Mencari profit itu penting, tapi membuat sebuah rangkaian proses yang menyenangkan di tengah perjalanannya selalu jadi prioritas. Kami percaya proses, karena itu akan membawa segala sesuatunya berjalan dengan penuh cerita. Untuk menambah bumbu, kami mengajak dua orang adik kami yang lain, Denise dan Zachary Dylan Dass.

Tentang01

Dua orang ini punya kemampuan yang berbeda-beda dan setelah dipikir-pikir, mereka bisa menambah amunisi kami untuk berkarya. Plus, mereka masih muda dan rasanya Midnight Tote akan menjadi sarana yang baik untuk sejumlah proses belajar. Kami berempat masih belajar. Dan akan selalu belajar.

Itu kenapa kami mendokumentasikan banyak cerita (nantinya) di situs ini. Termasuk membagi sejumlah pandangan pribadi di sisi blog yang bisa disimak secara reguler. Masing-masing dari kami, bisa menulis di sana.

Tentang03

Di bagian awal, kami baru bekerja dengan sejumlah band dan partners yang juga bisa disimak di kanal masing-masing. Tapi, besar harapan angka-angka itu terus bertambah.

Kami sedang menyusun sebuah cerita panjang bernama Midnight Tote. Dan kami mengundang kamu yang sedang membaca halaman ini untuk ikut serta di dalamnya. Kami baru mulai. Berjalan. Belum berlari!

Felix Dass
Jalan Sabang, 31 Mei 2015
15.01 WIB
felix@felixdass.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s